Kalimat Pertamanya
Hari Kamis, 21 Oktober 2010
Matahari tepat berada diatas kepala. Menyengat bagaikan kayu terbakar api. Sangat panas namun terasa sejuk. Seperti Air yang membasahi kulit di waktu Fajar. Itu semua dapat terjadi jika Engkau merasakan Perasaan yang tak bisa terucapkan. Panas yang terasa Sejuk disiang hari.
Bagaimanapun juga Sang Gadis masih tetap Menatap wajahnya. Sedang melihat pada Ring Basket yang ada didepannya. Sangat menawan. Tatapannya lurus ke arah Ring Basket, ia memegang bola, hanya tinggal melempar ke arah Ring.
"Shoot ! Masukkan Bolanya !!"
Teriak pelatih Tim Basket itu. Laki-laki itu men-shooting bolanya tanpa ragu. 3 detik waktu yang tersisa.
"Tiga... Dua..." (Bola Masuk ke Dalam Ring)
"Masuk ! Three points untuk Lakers !" (Peluit akhir pertandingan berbunyi)
Semua yang ada dilapangan itu mendekati Tim Lakers dan mengucapkan selamat atas kemenangannya. Lautan manusia memenuhi lapangan Basket. Melihat itu semua bagai semut yang sedang bergembira tanpa ada hewan pengganggu yang lain. Menangis karena kegembiraan terjadi disana.
"Jika masih membutuhkanku, Temui aku dimana kau bisa menemukanku."
Teriak laki-laki yang men-shooting Bola. Sang gadis merasa Senang, Gadis itu sampai menangis. Mata ini tak bisa mempercayainya. Gadis itu menangis di keramaian. Sungguh tak bisa dipercaya. Merasakan apa yang terjadi disana. Dicuaca yang sangat panas masih tetap ada kesejukan disana.
